Rabu, 19 September 2012

Contoh kalimat yang sesuai dengan ejaan yang di sempurnakan ( penerapan EYD tentang penggunaan huruf kapital dan huruf cetak miring )


A.    Huruf kapital
B.     Ejaan yang di sempurnakan ( penerapan EYD tentang penggunaan huruf kapital dan huruf cetak miring )

1.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan. Misalnya:

·      Saya beragama Islam.
·      Semalam saya telah mengaji Al – Qur’an.
·      Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.
·      Kesempurnaan hanya milik Allah.
·      Orang yang beragama Hindu menggunakan kitab Weda.



2.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Misalnya:

·         Kakak bertanya, "Kapan kita pulang?"
·         Orang tua itu menasihati anaknya, "Berhati-hatilah, Nak!"
·         "Kemarin engkau terlambat," katanya.
·         "Besok pagi," kata Ibu, "dia akan berangkat."
·         Om bertanya “ Kakak sedang dimana?”

3.      Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang. Misalnya:

·         Dia baru saja diangkat menjadi Sultan.
·         Pada tahun ini dia pergi naik Haji.
·         Ilmunya belum seberapa, tetapi lagaknya sudah seperti kiyai.
·         Orang itu baru saja naik Pangkat.
·         Tahun ini dia akan di angkat Pns.

4.      Huruf kapital di pakai sebagai nama gelar pertama, keturunan dan keragaman yang di ikuti nama orang. Misalnya :

·         Haji Sugiyanto adalah ayah saya.
·         Sultan Hamkubuwono adalah Sultan dari Keraton Jogjakarta.
·         Kapten Inf Angga Juhana menjabat sebagai tim Gumil.
·         Nabi muhammad adalah nabi terakhir.
·         Maha Putra Yamin berasal dari daerah Sulawesi.

5.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari raya. Misalnya:
·      tahun Masehi, ada 12 bulan dalam 1 tahun.

·      bulan Agustus, bulan ke delapan dari tahun Masehi.

·      hari Jumat, hari ke lima dalam satu Minggu terakhir.

·      Hari Lebaran, hari raya – nya agama Islam.

·       hari Natal, hari raya – nya orang Kristen.
6.      Huruf kapital biasa di pakai sebagai kata Geografi. Misalnya :

·         Gunung Merapi terletak di kota Jogjakarta.
·         Daerah yang di serbangi garis Khatulistiwa adalah Pontianak.
·         Gempa Bumi Tektonik sering terjadi ketika Gunung Merapi meletus.
·         Tahun 2006, Banda Aceh tekena Tsunami.
·         Lapisan Ozon adalah lapisan yang menyelimuti lapisan Bumi.

7.      Huruf kapital di pakai sebagai kata petunjuk kekerabatan. Misalnya :

·         Ibu yang berambut panjang itu bernama Ani.
·         Bapak saya bekerja di Instansi Pemerintahan.
·         Kakak saya di lahirkan di Bandung.
·         Pekerjaaan Paman saya sama seperti Bapak saya.
·         Saya mempunyai dua Adik.

8.      Huruf kapital yang di pakai untuk sapaan. Misalnya :

·         Saya bertanya “ sedang apa Bu ?”
·         Pak, kapan pulang ?
·         Dok, kapan saya bisa pulang ?
·         Berapa harga barang ini Pak ?
·         Sedang apa Kak ?

C.  Huruf Miring

1.      Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Misalnya:

·         Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan Prapanca.
·         Majalah Bahasa dan Sastra diterbitkan oleh Pusat Bahasa.
·         Berita itu muncul dalam surat kabar Suara Merdeka.
·         Buku yang berjudul Anak Singkong dalah karangan Khaerul Tanjung.
·         Majalah Genie adalah majalah anak muda.

2.      Huruf miring dalam cetakan di pakai untuk istilah asing yang belum di serap ke bahasa Indonesia. Misalnya :

·         Untuk saat ini blog kami tidak dapat di access.
·         Music menjadi hiburan Masyarakat sehari – hari nya .
·         Ballpoint  saya yang berwarna merah hilang.
·          Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana.
·         Orang tua harus bersikap tut wuri handayani terhadap anak.

3.      Huruf miring dalam cetakan di pakai untuk istilah  yang di tuliskan atau di ketik yang di pentingkan. Misalnya :

·         Tanggal 21 Agustus, sekolah kami akan mengadakan acara cerdas cermat antar sekolah.
·         Pengumuman kepada seluruh Mahasiswa yang belum mengembalikan buku di tunggu secepatnya.
·         Hari Rabu, akan di selenggarakan perlombaan volly ball antar kelas.
·         Di mohon untuk tidak berisik.
·         Dilarang merokok di area ini.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar